Kamis, 10 November 2016

ALERGI ITU BISA SEMBUH

Banyak paradigma yang beredar di masyarakat tentang alergi. Dari alergi tak bisa sembuh, harus minum obat seumur hidup, atau malah dianjurkan untuk melawan alergi dengan makan makanan penyebab alergi sebanyak-banyaknya agar tubuh jadi kebal terhadapnya.
Fenomena alergi memang unik. Berikut pengalaman Dokter Floren bersama pasien-pasien yang menderita alergi. Baik yang mengenai mukosa lendir berupa batuk pilek dan amandel membesar sampai sinusitis, maupun yang mengenai mukosa kulit berupa ruam dan gatal-gatal.
Ibu Sari, suatu ketika datang dengan kebingungan masalah alerginya. Yang dialami adalah alergi kulit yang bisa timbul dalam hitungan detik berupa bengkak merah di pipi, mata dan bibir setelah makan makanan yang dicurigai mengandung alergen. Tentu saja hal ini membuat kepanikan dan menjadi trauma bagi dirinya sehingga tidak berani makan di luar, misalnya di acara undangan pernikahan maupun di restoran. Takut alerginya muncul tiba-tiba. Tentu kondisi ini cukup menyiksa. Maka atas rekomendasi temannya, datanglah ke praktek Dokter Floren.
Sari : “Bingung Dok…..saya alerginya apa. Kadang makan daging dan seafood gak apa-apa, tapi kadang langsung wuussss………jadi bengkak dan merah guedee banget Dok !! Pipi, bibir, mata, kadang dagu juga sampe ikutan.”
Dokter Floren : “OK, saya periksa dulu alerginya apa ya…….”
Sari : “Pake apa Dok…….gak diambil darah atau disuntik-suntik kan ? Saya paling takut disuntik Dok…..makanya ke sini. Kata temen saya, Dokter Floren gak bakalan nyuntik.”
Dokter Floren (tertawa) : “Gak disuntik kok….tenang aja. Pake metode PHYTOBIOPHYSICS juga ketahuan nanti.”
Dan setelah diperiksa menggunakan metode PHYTOBIOPHYSICS, daging dan seafood gak ada masalah. Juga yang ada di daftar alergi PHYTOBIOPHYSICS, semua tak menjadi masalah.
Dokter Floren : “Coba ingat-ingat. Waktu makan masakan apa yang bisa menimbulkan alergi?”
Sari : “Hmm……Soto Dok, kadang Soto Ayam, kadang Soto Daging…… Ohh ya, Pepes Ikan Mas juga pernah Dok.”
Dokter Floren memeriksa kembali pasiennya. Kali ini memeriksa bumbu-bumbu yang terkandung di masakan-masakan tersebut.
Dokter Floren : “Kemiri……yang menyebabkan alergi.”
Sari bingung, lalu bertanya : “Ahh….masak kemiri Dok ? Baru dengar saya…..”
Dokter Floren menjawab jujur : “Iya, baru kali ini juga ada pasien yang alergi dengan kemiri pada pemeriksaan saya.”
Selang 1 jam setelah Sari pulang, Dokter Floren menerima telpon dari Sari. Suaranya heboh.
Sari : “Dok……haduuhhh Dok…..wajah saya bengkak merah menur-menur sekarang Dok !! Tadi pas saya pulang, saya pikir mau coba bener gak kemiri yang menyebabkan saya alergi seperti ini. Jadi saya sangrai 1 butir kemiri lalu saya makan. Ehhh…..lha kok langsung begini Dok…..padahal cuma 1 butir lho….”
Dokter Floren (tertawa) : “Nahhh…..udah lega kan ketahuan alerginya apa. Pilih-pilih makanan yang bebas kemiri dulu sambil didampingi terapi saya kira-kira 6 bulan. Nanti kalo saya periksa sudah bisa tahan alergi kemiri, boleh dimakan kemirinya.”
Itu baru satu keunikan kasus alergi. Ada banyak lagi kisah unik tentang alergi. Tentang seorang bapak yang mesti mengganti seprainya tiap hari, karena kalau telat mengganti bisa mengucur lendir kental yang deras terus-menerus dari hidungnya sehingga menimbulkan hidung mampet, susah bernafas dan suara sengau dan serak sepanjang hari.
Atau seorang anak kecil yang ternyata ketahuan penyebab muntahnya adalah bila ada “Kice” yang ikut dalam menu makanannya, sekaligus menjadi salah satu penyebab alerginya. Padahal Kice diyakini baik untuk mata dan meningkatkan imunitas tubuh.
Ada pula seorang balita umur 2 tahun yang suhu tubuhnya dari bayi tak pernah kurang dari 37,5 C. Tentu saja menyebabkan si Balita menjadi kurang optimal di tumbuh kembangnya, cenderung rewel dan menangis bila melihat orang baru dikenal. Ternyata penyebab alerginya adalah kacang hijau….dan setiap hari Ibu nya memberi balita tsb bubur kacang hijau, dengan tujuan menambah gizi nya karena anaknya kurang nafsu makan.
Yang tak kalah unik…..ada seorang bayi yang alergi susu sapi. Sang Ibu lalu menuliskan lebih dari 20 merk susu bayi di bawah 1 tahun untuk diperiksa. Semuanya berbahan susu sapi……yang seyogyanya mestinya semuanya tak akan bisa diminum si bayi. Tapi si Ibu berkeyakinan kuat kalau bayinya bisa menerima salah satunya, karena sang Ibu tak mau anaknya selama bayi hanya bisa minum susu berprotein nabati, karena memang protein hewani lebih bagus diserap oleh bayi dibanding protein nabati. Dokter Floren memeriksanya dan mendapat satu merk yang bisa diminum…..ajaib !!
Dan terbukti…..susu tersebut memang bisa dikonsumsi si bayi. Tapi menjelang usia lebih dari 1 tahun, ternyata susu lanjutan dengan merk yang sama tak bisa dikonsumsi lagi. Si bayi menjadi gampang batuk pilek kalau minum susu lanjutan dari merk yang sama yang diperuntukkan buat bayi 1 tahun ke atas. Kembali berbagai merk susu bayi untuk bayi 1 tahun ke atas diperiksa. Dan mendapat 1 merk susu bayi yang sama sekali lain dari yang dulu.
Masih bayi yang sama, suatu ketika timbul ruam cukup parah di pantatnya. Hasil pemeriksaan, alergi terhadap popok plastiknya. Padahal itu sudah dipakai dari dulu dan tak apa-apa. Setelah ganti merk popok plastik yang melalui pemeriksaan PHYTOBIOPHYSICS aman, maka benarlah……ruam pantat si bayi sembuh.
Seorang Ibu juga pernah memeriksakan berbagai merk kosmetik, untuk perawatan wajah dan tubuh nya. Ibu itu tak tahu mana yang cocok bagi dirinya, karena itu ingin jawabannya dan lega benar setelah tahu yang mana saja yang bisa dipakai.
Nah……Anda menderita ALERGI dan ingin sembuh?
Silahkan hubungi NATURAL HEALING HOLISTIC CENTER
081511671168 (only call) atau
083870716888 (WA)
www.HealsNaturally.com
www.DokterFloren.com
NOTE :
Anda ingin mengetahu info tentang NATURAL HEALING HOLISTIC CENTER lainnya ?
Ada di buku "TERSENYUMLAH, SEKARANG JUGA"
karya dr. Florentina R Wahjuni, CQ.Phy., CHt.
Dapatkan di toko-toko buku terdekat di kota Anda......grab it's fast !!


Keterangan Foto : Dokter Floren bersama Reporter dan Photographer Liputan6.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar